Logo Catatan Kader Logo Catatan Kader
  • Beranda
Beranda
Backend Engineering / Laravel

Instalasi Laravel & Setup Environment Database

Laravel Installation Banner

Modul 01

"Memulai Langkah Pertama: From Zero to CRUD Ready"

Maret 29, 2026
20 Menit Eksekusi

Framework PHP modern tidak sekadar menyediakan *routing* dan *controller*. Laravel menawarkan ekosistem yang luar biasa membantu Developer Experience (DX) dari proses inisialisasi hingga *deployment* ke *production*.

Analogi Singkat: Bayangkan Anda ingin membangun rumah (Aplikasi). PHP Native ibarat Anda harus menebang pohon sendiri, membuat semen sendiri, lalu merakitnya. Laravel adalah *Developer Perumahan* yang sudah menyiapkan fondasi, dinding kokoh, sistem listrik (routing), dan keamanan ganda (security middleware). Anda tinggal fokus mendesain interior (fitur/logic aplikasi).

# Persiapan Amunisi (Prerequisites)

Sebelum mengetikkan baris perintah pertama, pastikan *environment* lokal Anda sudah mendukung teknologi yang dibutuhkan oleh Laravel versi terbaru. Silakan unduh melalui *link* di bawah ini jika belum memilikinya.

🐘

PHP 8.2+

Engine utama PHP. Sangat direkomendasikan mengunduh Laravel Herd (Mac/Win).

Unduh Herd
📦

Composer

Package manager wajib untuk men-*download* core dan *library* Laravel.

Unduh Composer
🗄️

XAMPP / Laragon

Alternatif Herd. Sudah termasuk PHP + MySQL/MariaDB (Database) + phpMyAdmin.

Unduh XAMPP
Live Execution

LAB: Scaffolding & Configuration

01 Instalasi Project

Buka terminal Anda, arahkan ke folder workspace Anda (misal htdocs atau folder proyek khusus), lalu jalankan perintah sakti ini:

# Download & Install Laravel
composer create-project laravel/laravel belajar-crud

# Masuk ke folder project
cd belajar-crud

02 Kenali Anatomi Folder

Setelah instalasi selesai, jangan panik melihat banyaknya folder. Anda hanya perlu fokus pada 4 folder utama ini sebagai permulaan:

  • /app Otak aplikasi. Tempat Anda menaruh Model (penghubung DB) dan Controller (logic pemroses).
  • /routes Peta jalan aplikasi. File web.php di sini mengatur jika user membuka URL X, halaman apa yang harus ditampilkan.
  • /resources Wajah aplikasi. Tempat menyimpan file HTML/Views (berekstensi .blade.php) dan aset CSS/JS mentah.
  • .env Jantung rahasia. File (bukan folder) ini menyimpan *password* database, kunci API, dan konfigurasi environment.

03 Sambungkan ke Database

Buat database kosong di phpMyAdmin atau TablePlus dengan nama db_belajar_crud. Lalu buka file .env dan sesuaikan isinya:

DB_CONNECTION=mysql
DB_HOST=127.0.0.1
DB_PORT=3306
DB_DATABASE=db_belajar_crud
DB_USERNAME=root
DB_PASSWORD= # kosongkan jika pakai xampp default

04 Nyalakan Mesin!

Pastikan terminal Anda berada di dalam folder belajar-crud, lalu ketik perintah artisan ini untuk menyalakan server lokal:

php artisan serve

Buka browser dan ketikkan http://localhost:8000 atau http://127.0.0.1:8000. Jika muncul halaman selamat datang Laravel, selamat! Anda siap tempur.

Kader Note (Git & Security):

File .env TIDAK BOLEH di-commit ke Git/GitHub karena mengandung rahasia penting (sudah di-ignore oleh Laravel secara default). Jika tim Anda mem-*clone* project ini, mereka cukup meng-*copy* file .env.example menjadi .env baru, lalu menyesuaikan kredensial di laptop mereka masing-masing.

Kembali ke Roadmap Modul 2: Migration & Model

Catatan Kader

"Framework yang elegan tidak berguna tanpa fondasi environment yang solid. Pahami konfigurasinya, kenali arsitektur foldernya, sebelum menulis baris kode pertama."
- Abdul Kader

Lanjut ke Materi

M2

Migration & Model

Eloquent ORM
Catatan Kader Catatan Kader

Catatan ini dikelola untuk keperluan dokumentasi pribadi, pengembangan kemampuan analisis logika, serta standarisasi implementasi sistem teknologi.

© 2026 Catatan Kader. Deployment Active.